gaji kecil tapi berkah

Sosok Badarawuhi memang tak bisa dilepaskan dari kesuksesan film KKN di Desa Penari yang kini telah menembus lebih dari 8 juta penonton.. Kemungkinan besar Badarawuhi memang ‘eksis’ keberadaannya mengingat film KKN di Desa Penari memang diangkat dari kisah nyata.. Salah satu praktisi spiritual, Hari Hao atau yang Barokahatau BERKAH adalah salah satu kata “selain salam dan Penghasilan barokah juga bukan gaji yang besar dan bertambah, tapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rizqi bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut. (7) Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa gajikecil kebutuhan banyak. mau pinjam ke saudara,teman tapi malu, ayo gabung di komunitas ghaniyyu100,kami memberikan solusi bukan janji, * GHANIYYU 100 SEDEKAH JADI BERKAH.* Program saling berbagi khusus Mitra GHANIYYU adalah PROGRAM untuk saling membantu kesulitan keuangan/ekonomi semua mitra GHANIYYU. Berkah katanya ialah bertambahnya kebaikan dan kebaikan tersebut menetap selama-lamanya dalam suatu barang, kekayaan, dan harta benda. Tak heran jika ada orang yang mendapatkan gaji atau penghasilan 10000 per hari, tetapi masih bisa memenuhi kebutuhan selain pada pangan. Makanya, daripada kaya harta tapi tak membahagiakan; mendingan PEMAINLaos Rela Lakukan Match Fixing, Imbas Gaji Kecil tapi Biaya Hidup di Negaranya Tinggi Rabu, 12 Januari 2022 10:57 WIB Penggemar sepak bola Laos mengatakan kepada RFA bahwa pemain lokal dapat dengan mudah tergoda karena mereka tidak mendapat bayaran yang cukup. Warum Flirtet Er Mit Anderen Frauen. Merasa memiliki penghasilan atau gaji besar tapi selalu kurang. Kenapa bisa begitu? Jangan-jangan selama ini Anda salah dalam cara mengelola keuangan itu sendiri. Fakta di lapangan, ada orang yang memiliki gaji besar tapi selalu kurang. Namun ada pula yang bergaji lebih kecil namun mereka bisa mencukupi kebutuhan mereka. Ada pula orang yang bergaji besar, namun memiliki banyak hutang yang bahkan tidak mampu membayarnya. Namun sebaliknya, ada orang yang bergaji kecil justru bisa menabung. Nah, Dimana letak kesalahannya? Yuk simak pada pembahasan kali ini. Gaji Besar Tapi Selalu KurangTidak Bisa Mengatur Keuangan1. Kurangi Pengeluaran Konsumtif Dan Tidak Produktif2. Buatlah Perencanaan Keuangan Dengan Baik3. Rajin Menabung Dan InvestasiGaji Besar Tapi Tidak Berkah1. Hindari Memakan Uang Haram2. Rajinlah BersedekahKurang Bersyukur Menyebabkan Orang Selalu Merasa KurangKesimpulan gaji besar tapi selalu kurang Ada beberapa penyebab yang kadang Sobat tidak sadar kenap memiliki gaji besar tapi selalu kurang. Nah, beberapa penyebab serta cara mengatasinya akan admin bahas selengkapnya. Antara lain sebagai berikut Tidak Bisa Mengatur Keuangan Penyebab utama seseorang memiliki gaji besar tapi selalu kurang, tentu saja karena tidak bisa mengelola keuangan dengan baik. Tidak bisa memprioritaskan pengeluaran dan juga tidak pandai dalam menyimpan uang. Saat memegang uang tidak memiliki kendali yang bagus, alias terbiasa hidup boros. Ini yang menjadi penyebab orang memiliki penghasilan besar tapi selalu kekurangan uang. Jika sobat mengalami hal tersebut, maka harus bisa mengoreksi diri sendiri. Kesalahan apa yang sudah dilakukan dalam manajemen keuangan diri Anda. Nah, beberapa tips untuk mengatasi hal tersebut antara lain 1. Kurangi Pengeluaran Konsumtif Dan Tidak Produktif Pertama, cobalah untuk mengurangi pengeluaran konsumtif yang tidak produktif. Yakni dengan menyederhanakan pengeluaran sehari-hari yang Anda lakukan. Terlihat sepele, misalkan saja membeli makanan, kuota internet, listrik, belanja kebutuhan sehari-hari. Semua hal yang konsumtif ini kalau tidak manajemen dengan baik akan membuat pengeluaran membengkak. Kemudian kebiasaan seperti healing bareng teman yang kurang bermanfaat. Juga menjadi penyebab seseorang berperilaku boros. Cobalah untuk memfilter kegiatan penting dan tidak penting agar keuangan sobat lebih terkontrol. Orang yang terbiasa hidup boros memang susah untuk mengendalikan diri. Dan harus berlatih mengurangi hal tersebut agar tidak merugikan diri sendiri. Memang berat, tapi kalau Anda sudah terbiasa hemat maka semua akan terasa nyaman dan tidak terbebani sama sekali. 2. Buatlah Perencanaan Keuangan Dengan Baik Selanjutnya buatlah perencanaan keuangan dengan baik. Dengan begitu Anda akan lebih teratur setiap membelanjakan anggaran harian dan bulanan. Buatlah perencanaan keuangan seperti Berapa % untuk kebutuhan pokok Berapa % untuk dana darurat Berapa % untuk menabung Apabila sobat bisa memisahkan keuangan pada 3 poin penting diatas secara disiplin. Kedepannya kondisi keuangan Anda akan semakin baik. 3. Rajin Menabung Dan Investasi Belajarlah untuk menabung dan investasi, meskipun kecil nilainya. Karena menabung bukan perkara berapa besar nominalnya, tapi seberapa disiplin Anda dalam melakukannya. Cobalah ikuti program nabung rutin di salah satu Bank, Aplikasi investasi atau lembaga keuangan lainnya. Dengan begitu Anda akan lebih terbiasa menabung secara berkala. Menabung dan invetasi akan membantu menyelamatkan keuangan Anda di masa depan. Apalagi sobat perlu ingat, kalau gaji dan penghasilan kita tidak selamanya besar, bisa berkurang bahkan bisa sulit keuangan di masa depan. Gaji Besar Tapi Tidak Berkah Selain tidak bisa mengatur keuangan, gaji besar tapi selalu kurang bisa disebabkan uang yang tidak berkah. Bisa karena hasil dari korupsi, menipu atau mengambil hak yang bukan milik kita. Bagi sobat yang beragama, pastilah diajarkan untuk memakan uang halal di Agama Anda. Hindari memakan uang halal dan tidak berkah. Karena sebanyak apapun uang tersebut, akan terus kurang bahkan menimbulkan banyak masalah. Cobalah kedua tips berikut ini antara lain 1. Hindari Memakan Uang Haram Cobalah periksa kembali asal usul pendapatkan Anda selama ini. Apakah benar sudah menggunakan jalan yang benar atau tidak? Atau jangan-jangan gaji yang besar tersebut bercampur dengan uang yang tidak berkah bahkan haram. Misalkan saja bekerja di sebuah perusahaan, namun sering melakukan korupsi, mengubah nota, mengubah data dan sejenisnya. Bahkan yang sekilas aman dan terlihat legal, kalau kita lakukan dengan curang. Tentu menjadikan harta dan penghasilan kita tidak berkah. Dan sebanyak apapun uang seperti ini tidak akan pernah cukup. 2. Rajinlah Bersedekah Apabila Anda sudah merasa kalau uang tersebut halal, agar lebih berkah cobalah untuk bersedekah. Dalam agama Islam, sedekah bisa membantu membersihkan rejeki kita menjadi lebih berkah. Dalam penghasilan yang kita punya, nya ada hak orang lain. Yakni hak bagi orang-orang miskin, anak yatim dan orang-orang yang lebih membutuhkan. Saat menerima gaji, cobalah untuk pertama kali adalah menyisihkannya untuk berbagi. Entah itu mengisi kotak amal, berbagi makanan, atau berbagi yang lainnya. Apabila Anda sudah mengelola keuangan dengan baik, dan mendapatkan rejeki yang halal serta berkah. Kedepannya tidak ada lagi yang namanya gaji besar tapi selalu kurang. Kurang Bersyukur Menyebabkan Orang Selalu Merasa Kurang Ada satu lagi hal yang membuat seseorang selalu merasa kurang dalam hidupnya, yakni orang yang kurang atau bahkan tidak bersyukur. Tahukah sobat kalau kita bisa bersyukur, maka harta kita akan menjadi lebih nikmat dan berkah. Menjadikan hati kita lebih tenang dan tidak terus merasa lapar. Dan sesuai dengan Firman Allah, barang siapa yang bersyukur, maka Allah akan melipatgandakan nikmat dan rezeki orang tersebut. Dan sebaliknya jika seseorang berlaku khufur maka Allah akan mencabut nikmatnya. Jadi, sebelum kita melangkah lebih jauh mari kita syukuri seberapapun rejeki harta kita. Apalagi untuk sobat semuanya yang sudah memiliki gaji yang besar. Kita semua bisa belajar dari kisah seorang petani di desa. Dan kebetulan saya juga tinggalnya di desa, jadi paham betul. Ada seorang petani yang bekerja di sawah dengan penghasilan kecil. Tapi dia mampu mencukupi kebutuhan hidup, bahkan mampu menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi. Hal tersebut bukan cuma karena biaya hidup di desa yang murah. Tapi di karenakan petani tersebut sudah kerja keras yang berkah dan petani tersebut juga pandai bersyukur. Selain itu juga tidak melakukan pemborosan seperti orang yang selalu kekurangan uang padahal memiliki gaji yang besar. Kesimpulan Gaji besar tapi selalu kurang, hanya Anda sendiri yang tahu penyebabnya. Bisa dikarenakan tidak bisa mengelola keuangan atau uang tersebut tidak berkah. Nah dari sini Anda bisa mencoba memperbaikinya, agar di masa depan penghasilan Anda cukup, bahkan bisa memiliki tabungan dan memiliki kondisi keuangan yang sejahtera. Cukup sekian sobat sharing santai dari admin kali ini. Semoga bisa memberikan manfaat dan salam sukses dari blog Post Views 37 Uang tidak bisa membeli kebahagian!Klise, tapi nyatanya kalimat itu dipatahkan dengan kenyataan yang ada. Diam-diam kamu dan hampir kita semua masih berharap punya gaji atau penghasilan yang lebih besar dari sekarang. Alasan apa lagi kalau bukan kebutuhan yang rasanya tak pernah memuaskan hasratmu yang semakin lama justru semakin banyak maunya. Rasa tak pernah puas sebenarnya manusiawi sekali. Tapi mau sampai kapan kamu terus menuruti ego yang pada akhirnya hanya tak merepotkan kalau ini membuat beberapa orang bersedia menghalalkan segala cara untuk memenuhinya. Kamu sendiri semakin sering membanding-bandingkan apa didapatkan sekarang, sampai lupa untuk sekadar mensyukurinya. Padahal gaji kecil bukan berarti hatimu ikut sempit. Setidaknya beberapa hal ini perlu kamu ingat Jangan terus berandai punya gaji besar, karena yang penting sekarang kamu punya penghasilan sendiriEnak kali ya kalau punya gaji besar. Bisa punya tabungan lebih, bisa buat jalan-jalan atau beli memang mudah, tapi pada akhirnya itu buatmu lelah. Ibarat menaiki tangga tapi sayang tujuannya tak jelas. Membuatmu hanya terus menajak dan menajak, dengan satu kekhawatiran. Bagaimana kalau tangga yang jadi pijakan angan-anganmu runtuh karena hantaman kenyataan yang lebih kuat? Mau sampai kapan kamu menyiksa dirimu dengan pengandaian yang tak jelas juntrungannya?Toh saat ini yang penting kamu punya penghasilan sendiri. Di usia yang cukup muda kamu, tak perlu lagi meminta orangtua. Sekalipun mereka mampu dan berkecukupan untuk membiayai semua keperluan serta kesenanganmu. Bukankah punya penghasilan sendiri sudah membuatmu punya kebanggaan tersendiri? Bahkan orangtuamu pun bangga denganmu yang dianggap sudah mulai bisa mandiri secara Manusiawi memang hasrat untuk punya uang lebih, tapi apa iya bisa jadi jaminan untuk buatmu happyManusia memang tak pernah puas. Maunya bukan sekadar cukup, tapi harus lebih dan lebih. Seolah sesuatu yang berembel-embel lebih itu jaminan untuk bahagia. Padahal bahagiamu tak bisa jika hanya diukur oleh materi yang dirimu peroleh. Melakukan hal-hal yang menyenangkan dan pastinya memberi manfaat, seperti hobi. Siapa tahu hobimu ini bisa jadi ladang penghasilan Coba lihat ke bawah sesekali, di luar sana masih ada yang gajinya lebih kecil lagiKapan ya bisa punya gaji sebesar dia. Padahal aku punya pengalaman lebih banyak dari dia!Jujur, kadang keinginan punya gaji lebih besar itu datang karena melihat seseorang yang penghasilannya lebih tinggi darimu. Tepatnya kamu sedikit iri dengan mereka, apalagi saat dirimu merasa punya pengalaman yang lebih banyak. Tapi di titik ini harusnya kamu mengerti, bahwa menyusuri perjalanan tak bisa dengan kepala yang terus mendongak ke perlu sesekali melihat ke bawah pijakanmu. Sebab di bawah sana ada hal-hal yang bisa membuatmu belajar hati-hati, hingga bersyukur dengan yang kamu miliki. Di bawah sana pun ada banyak yang gajinya lebih kecil darimu. Tapi mereka tak sepertimu yang lupa bersyukur dan sibuk berandai daripada Anggap saja gaji kecil ini tempat kamu belajar mengatur keuangan dengan sebaik-baiknyaSebenarnya gajimu ini cukup untuk memenuhi semua kebutuhanmu. Bahkan kamu pun bisa menyisahkannya sedikit untuk ditabung. Hanya saja kadang kamu lupa untuk mengatur penghasilanmu dengan sebaik-baiknya. Membuat peribahasa “lebih besar pasak daripada tiang” ini terjadi di dirimu. Padahal harusnya gaji yang sedikit ini pun bisa jadi wadah kamu untuk belajar mengolah keuangan. Bagaimana caranya gaji sebesar itu bisa memenuhi kebutuhanmu dalam sebulan? Mulai dari yang paling penting alias primer, lalu skunder, sampai yang tersier seperti bervakansi atau membeli gawai Sebab semua ada prosesnya, seperti gaji yang pasti meningkat selama karirmu terus dikembangkanSiapa bilang gajimu tak bisa meningkat? Bisa, tapi bukan berarti gajimu yang sekarang ini diratapi. Percaya saja semua pasti sudah ada dalam porsinya. Sekarang kamu harus bersyukur dengan gaji yang menurutmu sedikit. Bagaimana caranya supaya gaji sedikit ini memberi banyak pelajaran ke dirimu? Salah satunya tak lupa untuk berbagi dengan sesama mungkin. Toh gajimu pun ini berproses seperti halnya karirmu. Selama kamu masih punya kemauan untuk selalu lebih memajukan langkah karirmu. Selama itu pula kesempatan untuk ada peningkatan gaji dengan gaji kecil ataupun besar. Toh rezekimu sampai kapan pun tak akan pernah tertukar Meski tidak selalu, orang bekerja memang bertujuan untuk mendapatkan sejumlah uang melalui gaji bulanan. Banyak orang yang mencari perusahaan bonafid agar memiliki penghasilan yang cukup besar, meski tuntutan pekerjaan dirasakan sangat tinggi. Apalagi suasana dan lingkungan pekerjaan yang sehat, mereka bisa menjadi pegawai yang betah bertahun-tahun mengabdi pada perusahaan ada pula beberapa orang yang memiliki pekerjaan berpenghasilan rendah, namun tetap bertahan dalam perusahaan tersebut. Atas dasar loyalitaskah mereka bertahan? Belum tentu, bisa jadi bertahannya mereka di tempat kerja tersebut atas pertimbangan-pertimbangan berikut Sudah merasa nyaman dengan lingkungan dan suasana kerja Seorang pegawai tidak akan mengenal kata I hate Monday’ jika sudah merasa nyaman dengan suasana di tempat kerja. Meski memiliki penghasilan rendah, namun karena berada dalam lingkungan kerja yang sehat, rekan-rekan kerja yang saling mendukung, menjadi alasan kamu betah bekerja di kantor kantor yang nyaman dan menyenangkan bisa meningkatkan produktivitas pegawai dan target perusahaan pun tercapai dengan Tidak memiliki kemampuan dan skill yang mumpuni Karena merasa memiliki kemampuan yang terbatas, seorang pegawai biasanya akan berfikir ulang sebelum memutuskan pindah tempat kerja. Perusahaan yang memberikan gaji tinggi tentu saja akan menerapkan syarat dan skill yang tinggi kamu memiliki kemampuan dan keahlian yang rendah namun tetap ngotot melamar ke perusahaan besar dan tanpa persiapan matang, itu artinya kamu sama saja dengan bunuh Atasan yang baik hati dan akomodatif Siapa yang tidak betah memiliki atasan yang baik dan selalu mendengarkan keluh kesah para bawahannya? Meski memiliki gaji rendah, biasanya seorang pegawai akan tetap bertahan dalam perusahaan karena merasa cocok dengan si boss. Atasan yang baik hati dan selalu mengakomodinir kebutuhan para bawahannya membuat suasana kerja terasa menjadi Tidak mau keluar dari zona aman dan nyaman Karena merasa sudah merasa nyaman di perusahaan yang sekarang, seorang pegawai biasanya akan berfikir ulang jika ingin pindah tempat kerja. Kekhawatiran akan mendapat lingkungan kerja yang tidak sehat di tempat baru menjadi alasan seseorang memutuskan untuk tetap bertahan meski bergaji kecil seperti bos baru, suasana baru, sistem kerja dan rekan-rekan yang baru, tidak lantas membuat pegawai bisa mendapatkan kembali zona Belum memiliki pilihan tempat kerja lain Meski sudah melamar ke perusahaan lain, ada pegawai yang memutuskan bertahan di tempat kerja karena belum memiliki pilihan tempat kerja. Daripada harus mengundurkan diri sementara pekerjaan lain belum didapatkan, mereka biasanya bertahan meski harus menerima gaji yang tidak Tuntutan tanggung jawab sebagai kepala keluarga Pegawai yang sudah menikah biasanya akan lebih memikirkan dalam-dalam saat memutuskan akan pindah kerja. Pindah tempat kerja artinya harus menyesuaikan diri dengan sistem kerja dan kebiasaan di perusahaan tersebut dan hal tersebut berdampak bagi kehidupan keluarga. Belum lagi jika tempat kerja baru tersebut berada di luar kota sehingga akan mengurangi kebersamaan bersama baik-baik sebelum memutuskan pindah kerja. Ada banyak hal yang harus difikirkan dan dipertimbangkan ketika mengambil keputusan besar tersebut. Lebih baik memiliki gaji cukup asalkan hati tenang dan nyaman, daripada gaji besar namun suasana kantor yang tidak sehat dengan tingkat stress yang cukup tinggi. Bersyukurlah atas rejeki yang diberikan Tuhan, kebahagiaan pun pasti akan didapatkan. IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. REZEKI setiap orang sudah ditentukan Allah SWT. Sebagai hamba-Nya, kita perlu berikhtiar untuk menjemput rezeki, salah satunya dengan bekerja. Apapun pekerjaan Anda, maka sudah seharusnya dilakukan sebaik mungkin agar gaji yang didapatkan berkah, tak peduli seberapa besar nominalnya. Sayangnya, di zaman yang serba instan seperti saat ini masih banyak orang yang merasa penghasilannya selalu kurang padahal jika dilihat dari angka, gajinya mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah. Mengapa hal ini bisa terjadi? BACA JUGA Konsep Rezeki Dan jika hal tersebut terjadi pada diri Anda, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini yang bisa saja menjadi biang kerok’ gaji merasa tak pernah cukup. 1 Doyan berutang untuk bermewah-mewah Hobi yang satu ini tidak baik jika diterapkan terus menerus. Anda mungkin saja merasa tidak pernah berutang, namun hal itu tidak akan berbeda jika Anda menggunakan kartu kredit. Memang saat ini kita banyak melihat masyarakat yang bersemangat mendapatkan keperluan yang mereka butuhkan dengan berutang. Kebiasaan ini bagi sebagian orang telah menjadi budaya untuk menunjukkan kemewahan dan bermegah-megah dengan harta dan barang yang mereka miliki. Perlu dipahami bahwa berutang bukanlan cara yang baik untuk bermewah-mewah. Karena budaya suka meminjam berpotensi menyebabkan seseorang individu menjadi bangkrut jika tidak dimenej dengan benar. 2 Tidak punya perencanaan soal keuangan Perencanaan yang matang juga sangat penting dalam pengelolaan keuangan agar tetap aman di akhir bulan. Selama ini mungkin kita tidak memprioritaskan untuk menyimpan sebagian pendapatan untuk menabung. Kebanyakan dari kita menerima gaji melalui rekening bank. Namun pendapatan ini tidak diikuti dengan perencanaan yang matang. Sehingga diambil sedikit demi sedikit dan akhirnya setiap bulan rekening tabungan pasti terkuras habis. 3 Gaya Hidup Ada istilah sebesar apapun gaji Anda tak akan cukup jika dipakai untuk gaya hidup.’ Hal ini benar adanya, apalagi jika gaji Anda tidak besar namun terus mengikuti gaya hidup, maka bersiap-siaplah menanggung derita pada akhirnya. Seberapa besar pun gaji Anda, jika gaya hidup jauh lebih tinggi daripada pendapatan tentu saja akan menjadi malapetaka. Belajar hemat menjadi pilihan tepat ketika gaya hidup yang kita anut selama ini memang terasa menyiksa akhir bulan. Karena biasanya urusan gaya hidup tidak jauh-jauh dari kenikmatan perut dan dunia saja. Sehingga hanya akan menimbulkan malapetaka terhadap kehidupan masa depan. Bijaklah dalam bergaul, setidaknya tahu kapan harus membelanjakan uang dan kapan harus menyimpannya. BACA JUGA Perbanyaklah Istighfar Biar Rezeki Lancar Nah, berikut solusi agar gaji Anda berkah dan akan selalu mencukupi kehidupan Anda dan keluarga Bersyukur Bersyukur adalah cara paling mudah untuk mendatangkan lebih. Terkadang saat menerima gaji bulanan, jangankan bersyukur, bahkan gaji tersebut hanya akan membuat miris karena tidak ada yang tersisa. Namun inilah sebenarnya yang membuat orang selalu merasa cukup. Bersyukur juga akan membuat hati menjadi lapang dengan apa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Shalat Duha Sebagian dari kita mungkin sudah mengetahui bahwa shalat duha dapat melancarkan rezeki. Sebisa mungkin lakukan shalat dhuha setiap hari disela-sela kesibukan. InsyaAllah kita diberikan kemudahan dalam menjalani segala urusan termasuk masalah rezeki. Zakat, infak dan sedekah Ketiganya merupakan tindakan memberi dan berbagi kepada orang lain. Namun dengan memberikan sebagian harta kepada orang lain ini bukan justru membuat miskin, namun akan semakin ditambahkan lebih. Meskipun secara logika memang hal itu bisa mengurangi pendapatan. Namun, percaya atau tidak dengan melakukan zakat, infak dan sedekah Allah akan menggantikannya dengan berkali-kali lipat. Dan hal tersebut lebih pasti dari hukum gravitasi. [] Pernahkah kamu melihat ada seseorang yang sudah bekerja namun selalu mengeluh dengan berbagai macam alasan? Padahal penghasilannya menurutmu sudah lebih dari cukup untuk ukurannya. Lalu apa yang membuatnya senantiasa mengeluh? Hal ini mungkin terjadi kepada temanmu, keluargamu, atau bahkan kamu sendiri. Sebenarnya apa yang membuat saya tidak bahagia pada pekerjaan saya sendiri yang nyata-nyata saya dibayar perusahaan yang harusnya mencukupi kebutuhan saya? Bisa jadi itulah yang dinamakan ketidakberkahan, bayaran cukup namun selalu merasa kurang. Sedikit pemahaman Tidak berkah, banyak orang yang menyebutkan bahwa kerjaan saya tidak berkah, memang apa maksudnya berkah itu? Saya mungkin tahu istilah, gaji cukup namun masih merasa kurang’, tetapi maksudnya itu apa? Coba baca kisah berikut ini, Alkisah, Ada seseorang menemui seorang Imam. Dia mengadukan hidupnya yang serba kekurangan. Dia bercerita, dirinya seorang karyawan yang bekerja di tempat orang lain, dengan gaji 5 dirham. Gaji senilai itu, ternyata tidak cukup. Anehnya, sang Imam justru menyuruh orang ini untuk meminta agar majikannya mengurangi gajinya menjadi 4 dirham. Orang inipun melakukannya. Setelah berselang beberapa waktu, dia datang lagi. Dia masih mengeluhkan keadaannya. Gaji 4 dirham ternyata juga tidak cukup. Masalah belum terselesaikan. Sang Imam memberi saran yang sama. Minta kepada majikannya untuk mengurangi gajinya menjadi 3 dirham. Diapun meninggalkan sang imam dengan penuh keheranan. Namun dia turuti semua saran Sang Imam. Setelah berselang beberapa hari, orang ini datang lagi. Kali ini tidak untuk mengadukan masalahnya, tapi untuk berterima kasih. Ternyata saran Sang Imam telah memberikan solusi untuk kekurangannya. Ternyata 3 dirham sudah mencukupi semua kebutuhannya. Hidupnya menjadi lebih berkah. Beliau berterima kasih atas nasehatnya, dan ingin tahu apa rahasianya. Ini semakin sedikit, semakin manfaat baginya. Sang imampun mulai menyampaikan nasehatnya, “Dari awal anda bekerja, anda memang tidak berhak menerima gaji lebih dari 3 dirham. Karena itu, kelebihan 2 dirham sehingga anda menerima 5 dirham, itu uang yang bukan haknya. Ketika ini bercampur dengan uang halalnya, itu akan mencabut keberkahan dari harta yang dia miliki. Tetapi bagaimana mungkin mendapatkan sesuatu yang justru membuat lebih merasa kekurangan? Hal ini sangat menarik untuk dibahas. Pendidikan sebelum melamar kerja Pernah melihat buruh yang berdemo karena merasa upahnya tidak cukup dan ingin minta dinaikkan? Dan masih terus berdemo dengan tujuan yang sama pada tahun berikutnya karena semakin merasa kurang padahal upahnya sudah dinaikkan? Iya, benar. Itu adalah salah satu contoh dari ketidakberkahan. Sebenarnya sebelum seseorang menulis lamaran kerja, mereka wajib mempelajari apa itu manajemen resiko, etos kerja, dan pelayanan. Sayangnya pendidikan kerja semacam itu baru mulai diajarkan ketika sudah merambah ke dunia perkuliahan, mengingat kebanyakan karyawan yang mengeluh karena tidak berkah adalah sebagian besar lulusan SMA sederajat, atau bahkan lebih rendah dari itu. Di sinilah alasan utama mengapa banyak perusahaan yang memandang sebelah mata lulusan SMA, sehingga walaupun mereka diterima kerja, mereka akan sedikit tidak dianggap’ karena dirasa masih belum mengerti akan manajemen, birokrasi, dan pelayanan; yang mana itu juga menjadi sebab datangnya berkah. Apa maunya perusahaan? Lulusan SMA sederajat seharusnya mempelajari tiga hal dari apa yang telah saya sebutkan di atas sebelum mereka benar-benar mulai bekerja untuk pertama kalinya. Sebagai contoh adalah manajemen resiko, di mana saya akan beri suatu studi kasus di bawah ini. Dihimbau agar tidak mencari buku tentang Manajemen Resiko di toko-toko buku khawatir kamu justru akan kebingungan. mulailah membuat daftar resikomu sendiri yang paling sederhana, sebagai buruh pabrik bagian gudang, misalnya. Maka resiko yang akan kamu hadapi adalah kekurangan stok barang, kehilangan, barang rusak, barang tiba-tiba tidak sesuai, dan sebagainya. Di sinilah kamu harus membuat seluruh daftar resiko tersebut dan mulai menyusun apa solusinya, mungkin bisa ditanyakan kepada yang lebih berpengalaman. Terlebih lagi, sebelum kamu mulai bekerja, kamu harus mengetahui apa tujuan perusahaan merekrut kamu, karena perusahaan pasti tidak akan membuka sebuah lowongan pekerjaan jika tidak ada sebab tertentu, terutama jika bukan karena perusahaan ingin memiliki untung yang lebih. Karyawan yang berhasil diterima seharusnya ia menyadari bahwa perusahaan benar-benar mempercayai kinerjanya untuk bekerja sama membuat perusahaan lebih berkembang. Buktinya, perusahaan tersebut memilih ia dari beberapa pelamar yang telah tersingkir. Tahap selanjutnya saya lebih memilih untuk fokus terhadap sektor pelayanan, karena di sanalah kebanyakan berkah didapat. Customer adalah raja Yap, semua yang bekerja di bidang pelayanan mengetahui istilah tersebut. Apakah terpikirkan olehmu mengapa tercipta istilah tersebut? Customer adalah sebab mengapa sebuah perusahaan dapat berdiri dan bertahan, karena customer atau pelanggan adalah pihak yang paling berarti dalam hal menggajimu dan bahkan menggaji bosmu. Saya membagi customer yang saya maksudkan adalah customer eksternal menjadi 3 tingkatan Customer tingkat rendah pembeli, penyewa, pasien, pengunjung, dan penumpang. Customer tingkat menengah klien, nasabah, dan pasien untuk dokter spesialis. Customer tingkat tinggi investor. Meskipun kamu mendapatkan customer kelas rendah bukan berarti kamu harus bersikap rendah kepada mereka. Yang saya maksudkan di sini adalah, pembagian tingkat customer merujuk kepada tingkat resikonya, yang juga berdampak kepada nilai jual kamu. Contoh, kamu bekerja di perusahaan transportasi yang customernya adalah penumpang. Maka nilai jual kamu adalah sebanyak yang dibayarkan penumpang kepadamu. Resiko melayani penumpang juga masih terhitung kecil, yang sebagian besar hanya sebatas tidak dapat diatur hingga dimaki. Tidak seperti customer tingkat berikutnya yang jauh lebih parah. Dalam bekerja dengan bertatap muka langsung kepada customer, halang rintang berupa resiko sangat banyak ditemui di lapangan. Inilah mengapa sebelum bekerja, calon karyawan harus mengerti apa itu dasar pelayanan, etos kerja, dan manajemen resiko. Karena kedudukan customer lebih tinggi dari bos kamu bahkan yang tingkat paling rendah sekalipun, kamu dituntut agar memberikan pelayanan terbaik tidak peduli sejahat apapun customer kamu. Customer dan keberkahan Dalam perusahaan ada yang disebut SOP Standar Operasional Prosedur sebagai panduan tata aturan dalam bekerja, dan SPM Standar Pelayanan Minimum sebagai panduan dalam menghadapi customer. Sehingga mungkin tidak berlebihan saya sebutkan bahwa SOP menjemput gaji dan SPM menjemput berkah berkahnya dari Allah, bukan yang lain. Tadi saya sebutkan bahwa nilai jualmu adalah apa yang dibayarkan oleh customer. Apa itu nilai jual? Nilai jual adalah harga’ kamu yang dilirik oleh perusahaan sebagai tolok ukur dalam pemberian gaji. Semakin tinggi nilai jualmu, maka semakin tinggi pula jumlah yang harus dibayar oleh perusahaan untuk menggajimu. Tingginya nilai jual juga tidak membuatmu khawatir jika kamu keluar dari perusahaan untuk mencari perusahaan lain karena kamu akan menjadi aset yang berharga bagi suatu perusahaan. Jika nilai jualmu rendah, misalnya, melayani pelanggan tanpa senyum, tidak serius, meremehkan, lambat, dan sebagainya, tentu hal itu dapat berpengaruh dalam menentukan seberapa besar kamu dibayar. Bayangkan jika kamu membangun perusahaan dan mendapatkan karyawan seperti itu, pasti kamu tahu apa yang harus dilakukan. Masih punya keterkaitan dengan kisah yang diceritakan di bagian awal, keberkahan tergantung kepada nilai jual. Jika gajimu per bulan adalah 3 juta namun nilai jualmu hanya pantas berada di kisaran 1 juta, maka sudah dapat dipastikan 2 jutanya menjadi tidak berkah alias bukan menjadi hak milikmu. Gaji cukup kok bisa kurang? Kadang suka bingung, gaji 10 juta kok masih merasa kurang? Padahal tanggungannya sedikit, dan kebutuhannya tidak terlalu banyak. Adapula yang sebulan gajinya 1 juta namun sudah seperti orang kaya. Di sinilah letak berkah tidaknya penghasilanmu. Rasulullah saw. bersabda, “…Allah menyukai seorang pekerja kalau melakukan suatu pekerjaan agar melakukannya dengan baik profesional.” HR. Abu Ya’la, no. 4386, Syua’b Al-Iman, no. 5312 Lihat Bab Akhlak Jika ada karyawan yang selalu menuntut haknya dan melupakan kewajibannya, terlebih jika mereka mengatakan bahwa tanpa karyawan perusahaan tidak akan dapat untung, maka dengan mudah dijawab, “Jika menurutmu seperti itu maka silakan tinggalkan perusahaan ini dan cari yang lebih baik. Perusahaan tidak bermasalah kehilangan kamu atau bahkan dapat mengurangi beban dengan sebab ketidakprofesionalan kamu. Selama tingkat pengangguran masih tinggi tidaklah kami khawatir merekrut yang lebih baik dari kamu. Karena kami lebih khawatir kehilangan pelanggan karena kamu, dengan sebab pelanggan yang membuat perusahaan bertahan dan menggajimu.” Sebab tidak berkah, walaupun gaji kita lebih dari cukup, kadang suka ada faktor yang membuat kita merasa kurang, seperti mungkin tagihan yang tiba-tiba membludak, uang yang hilang, sakit, kebutuhan yang tidak mengerti datangnya darimana, dan sebagainya. Sebab tidak berkah Perlu diketahui, teman, korupsi, dan riba adalah sebagian besar sebab dari sebab-sebab yang menyebabkan penghasilan seseorang menjadi tidak berkah. Teman menjadi penyebab tidak berkah? Teman yang mana? Yaitu karyawan yang senyum kepada temannya namun kepada customernya justru tidak. Ini jelas mengurangi pelayanan yang menyebabkan kurangnya berkah. Lalu korupsi? Korupsi bukan hanya uang, namun waktu dan penggunaan fasilitas di luar ketentuan adalah salah satunya. Contoh, karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan transportasi misalnya kereta atau bus, menduduki kursi yang nyata-nyata milik customer penumpang. Mungkin tidak masalah jika sedang kosong, yang dimasalahkan adalah ketika hak customer tidak diberikan. Yang terakhir adalah riba. Meminjam kepada rentenir, bank, atau melakukan kredit misalnya. Semua berhubungan dengan bunga. Tentu itu riba dan membuat penghasilan seorang karyawan menjadi tidak berkah. Mungkin perlunya perusahaan melakukan training atau pembinaan karyawan dengan sangat ketat dapat membantu menekan tingkat ketidakberkahan. Mengingat kebanyakan karyawan adalah lulusan SMA yang nyata-nyata belum punya pengalaman kerja dan belum memiliki pengetahuan tentang kerjaan, maka perlu adanya binaan baik mengenai hal ini. Yang terpenting, kerja itu dengan niat karena Allah, bukan dengan hal lain. Karena orang yang bekerja dengan hati, biasanya memperoleh hasil maksimal. ——

gaji kecil tapi berkah